sejarah ilmu managemen, chapter 12

Douglas Mc Gregor and the Human side of enterprise



Douglas Mc.Gregor lahir th 1906, mendapatkan gelar doktoralnya dari Harvard dan sempat mengajar di MIT. 1950 Mc Gregor memulai formula idea yang dipublikasikan dengan judul : The Human Side of Enterprise di tahun 1960 dimana beliau percaya bahwa dibalik keputusan seorang pimpinan dipengaruhi oleh ‘human nature dan human behavior’.yg dsetiap pimpinan memiliki kekhasan gaya manajerialnya, dan prinsip tersebut dikategorikan menjadi dua ; Theory ( didasari asumsi direction dan control) dan heory X (dengan asumsi integration dan support) dan teailnya :



Teori X dan Y , Mc Gregor menyatakan bahwa perspektif klasik didasar pada asumsi teori X pekerja. Ia juga merasa modifikasi sedikit versi teory Y memenuhi ide hubungan usia awal. Dengan kata lain, ide hubungan manusia tidak berkembang lebih jauh. Dn belio mengusulkan Teoori Y sebagai pandangan yang lebih realistis tentang pekerja untuk memandu pemikiran manajemen.

Inti teori Y adalah bahwa organisasi dapat mengambil keuntungan dari imajinasi dan intelektual seluruh karyawannya. Para karyawan dapat melakukan kendali sendiri dan akan memberikan kontribusi terhadap tujuan organisasi ketika diberikan kesempatan. Beberapa perusahaan masing menggunakan manajemen teori X hingga saat ini. Namun kebanyakan menggunakan teknik teori Y. Satu organisasi yang memfaatkan secara penuhpotensi setiap pekerja dengan menggunakan asumsi teori Y adalah SOL learing Service dari Finlandia.



Asumsi Teori X ;

- rata-rata manusia memiliki perasaan terpendam tidak menyukai pekerjaan dan akan menghindarinya bila memungkinkan....

- Karena karakteristik manusia yang tidak menyukai kerja, kebanyakan orang harus dipaksa, dikontrol, diarahkan, atau diancam dengan hukuman agar mereka melakukan usaha yang cukup untuk mencaai tujuan organisasi..

- Rata-rata manusia lebih suka diarahkan, berharap untuk menghindar tanggung jawb, relatif sedikit memiliki ambisi, dan menginginkan keamanan di atas segalanya.

Pendekatan Theory X menjelaskan konsekwensi atas ’ a specific management strategy’ yang diidentikkan dengan ’scientific management approach’ . Theory X mengasumsikan tidak adanya kemampuan pengembangan dalam pekerja, semakin lama asumsi teori X terus mempengaruhi strategi manajemen, akan menurunkan masa depan, manfaat diri, potensi dari kemanusiaan pada umumnya.



Asumsi Teori Y ;

- pengeluaran berupa usaha fisik dan mental dalam bekerja merupakan hal alamiah seperti bermain dan beristirahat. Rata-rata manusia secara terbuka tidak menyukai pekerjaan..

- Kontrol eksternal dan ancaman hukuman bukanlah satu-satunya cara untuk mendorong upaya pencapaian tujuan organisasi. Seseorang akan melakukan upaya pengarahan dan kontrol mandiri untuk melakukan usaha pencapaian tujuan yang menjadi komitmennya..

- Rata-rata manusi belajar tidak hanya untuk menerima, tetapi juga untuk tanggung jawab, dalam kondisi yang tepat...

- Kapasitas untuk melakukan imajinasi, keuletan dan kreatifitas yang terlalu tinggi sebagai solusi terhadap masalah organisasi tersebut secara luas, dan bukan sempit, didalam populasi masyarakat.

- Berdasarkan kondisi hidup industri moderen, potensi intelektual rata-rata manusia hanya digunakan sebagian saja.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.