Jelang KTT Eropa, Bursa RI Lesu Investor meragukan hasil positif pertemuan puncak pemimpin Eropa.

VIVAnews - Keraguan investor terhadap efektivitas rencana pertemuan pemimpin Eropa dalam menghadapi problema utang perbankan di negara kawasan itu masih menjadi faktor utama pelemahan bursa global maupun kawasan Asia Pasifik. Kondisi serupa juga merembet ke bursa domestik, sehingga indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia ikut terkoreksi.



IHSG dibuka turun ke level 3.854,48 pada perdagangan Selasa 26 Juni 2012. Sementara itu, pada prapembukaan pagi tadi, indeks saham juga melemah 3,15 poin atau 0,09 persen di posisi 3.854,43.

Namun, setelah 30 menit pertama transaksi, indeks saham di BEI akhirnya mampu berbalik menguat 14 poin ke level 3.873.

Menurut Suhendra Wahid, analis PT Trust Securities, belum jelasnya hasil yang akan dicapai pada pertemuan puncak pemimpin Eropa, membuat IHSG terombang-ambing oleh sentimen luar yang mendominasi. Kondisi itu memicu sehingga indeks pada perdagangan hari ini cenderung melemah.

"Pesimisme pelaku pasar terhadap rencana pertemuan pemimpin Eropa dalam mencari solusi mengatasi krisis utang Spanyol juga terbukti membuat bursa-bursa di kawasan Asia terkoreksi," kata dia dalam risetnya kepada VIVAnews, hari ini.

Sementara itu, pasar saham Asia juga masih bertahan pada teritori negatif pada awal perdagangan hari ini.

Kekhawatiran baru investor terhadap krisis Eropa, termasuk munculnya permintaan bailout bagi Cyprus serta pesimisme terhadap harapan pada KTT Eropa pekan ini telah memicu penurunan indeks saham Asia.



Sumber: http://bisnis.vivanews.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.