IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Negara Berkembang Asia

Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan untuk negara berkembang Asia, yakni 6,7% untuk tahun ini dan 7,2% di 2013.



Pada Juli lalu, IMF masih memperkirakan negara berkembang di Asia tumbuh di angka 7,1% untuk 2012 dan 7,5% di 2013.



Pemangkasan proyeksi tersebut akibat pelambatan pertumbuhan di Eropa dan Amerika Serikat. Selain itu, Cina juga belum mampu meningkatkan perekonomiannya.



“Dibandingkan dengan kinerja pertumbuhan di wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir, prospek jangka pendek dan jangka menengah kurang kuat. Pandangan ini mencerminkan antisipai permintaan eksternal yang lebih lemah akibat kondisi di negara-negara maju dan penurunan prospek pertumbuhan di China dan India. IMF memperingatkan memburuknya krisis utang zona euro dan kegagalan anggota parlemen AS untuk mencegah kemungkinan “fiscal cliff” yang bisa menyulut masalah,” tulis pernyataan IMF, Selasa (9/10).



Ekonomi China, pendorong utama pertumbuhan regional, diperkirakan hanya akan tumbuh 7,8% pada tahun ini, namun akan tumbuh 8,2% pada tahun depan.

IMF menilai pertumbuhan dua digit di China adalah “tidak mungkin”, karena para pemimpin negara itu mencoba untuk beralih dari ekonomi yang didorong ekspor menjadi seimbang dengan permintaan domestik.



Sementara itu IMF juga memperingatkan terjadinya penurunan ekspor di lima negara berkembang terbesar di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina dan Vietnam. Laporan itu mengatakan nantinya hanya Filipina dan Thailand yang akan mengalami peningkatan ekspor dibandingkan dengan 2011. (AFP/Lila Intana)



Sumber: swa.co.id

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.