Monthly Archives: September 2013

Ramai-Ramai Garap Segmen Mikro, Total Tertanggung Asuransi Melonjak

Total tertanggung asuransi jiwa hingga kuartal kedua 2013 mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 54,55%, menjadi 87,19 juta orang dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 56,42 juta orang.

AAJIseptKenaikan jumlah tertanggung terjadi baik pada tertanggung perorangan maupun tertanggung kumpulan. Tertanggung perorangan mengalami kenaikan sebesar 29,38% menjadi 12,79 juta orang dari posisi 9,88 juta orang pada periode sama tahun sebelumnya.

Jumlah tertanggung kumpulan juga mengalami kenaikan bahkan lebih tinggi hampir 60%, yakni sebesar 59,89%. Per kuartal II-2013, jumlah tertanggung kumpulan mencapai 74,4 juta tertanggung, meningkat dibandingkan posisi pada kuartal II-2012 yang mencapai 46,53 juta.

“Peningkatan tertanggung karena sudah banyak perusahaan yang memasarkan asuransi mikro, walau nilai premi kecil, tetapi tertanggung banyak. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan juga memikirkan biaya kesehatan yang kian meninggkat, maka dia memprotek karyawannya melalui asuransi,” ungkap Nini Sumohandoyo, Kepada Departemen Komunikasi AAJI.

Selain itu, peningkatan tertanggung juga dipengaruhi oleh perubahan demografi, antara lain semakin tingginya pertumbuhan kelas menengah. “Tentu saja mereka sudah sadar asuransi dan investasin” kata Nini.

Dia menambahkan, sat ini jumlah tenaga pemasar yang dimiliki oleh industri asuransi jiwa nasional mencapai 342.051 tenaga pemasar. Jumlah tersebut meningkat sebesar hampir 30%, yakni 29,86% dibandingkan jumlah tenaga pemasar pada kuartal II tahun 2012 sebanyak 263.394 tenaga pemasar.

 

Sumber : http://swa.co.id/business-strategy/ramai-ramai-garap-segmen-mikro-total-tertanggung-asuransi-melonjak

Kebijakan The Fed Belum Mampu Turunkan BI Rate

JAKARTA – Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve, batal untuk memangkas stimulus pembelian obligasinya. Keputusan yang diambil ini, lantaran the Fed menilai ekonomi belum cukup stabil.

Pengamat Ekonomi Tony Prasetyantono mengatakan, keputusan the Fed hanya bisa menahan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate). Dia menilai, BI belum mampu menurunkan Bi rate yang sudah 7,25persen.

“(Keputusan The Fed) setidaknya bisa membantu BI untuk tidak harus menaikkan BI rate lagi pada Oktober nanti,” ujar Pengamat Ekonom Tony Prasetyantono pada pesan Singkat kepada Okezone, Jakarta, Kamis (18/9/2013).

Sementara ini The Fed akan terus melakukan kebijakan stimulusnya dengan membeli kembali obligasi pemerintah AS senilai USD85 miliar per bulan. Menurut Tony hal tersebut membuat tekanan terhadap Rupiah akan berkurang.

“Ini dengan terus bertambahnya peredaran (money supply), maka penguatan kurs dolar AS akan terhambat (melambat). Bagi kita, ini bagus,” ujar Tony.

Menurut Tony, untuk menurunkan BI rate masih belum tampaknya belum dimungkinkan. “Karena BI rate 7,25 persen masih cukup struggling (berjuang) menghadapi rongrongan inflasi sekitar 9 persen,” jelasnya. (wdi)

Sumber : okezone.com

Daftar Nama Penerima Pencairan Anggaran KKM

Berikut ini kami sampaikan lampiran berkas mahasiswa yang telah mengumpulkan laporan KKM, dan memperolah pencairan anggaran KKM. Pencairan dapat dilakukan secara langsung oleh mahasiswa dengan menunjukkan KTM di kasir.
Waktu pengambilan, saat jam kerja mulai tanggal 21 september sampai dengan 19 Oktober 2013.
Rekapan Nama KKM 2013

Jelang RDG `Khusus` BI, Kurs Rupiah Akhiri Pelemahannya

Oleh Siska Amelie F. Deil

Liputan6.com, Jakarta : Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akhirnya bisa bergerak menguat untuk pertama kalinya minggu ini akibat spekulasi adanya rencana Bank Indonesia (BI) menaikkan borrowing cost sebagai antisipasi dari kondisi ekonomi saat ini. Sementara itu obligasi pemerintah masih tercatat stabil.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (29/8/2013), Wakil Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI akan menggelar pertemuan dewan gubernur guna mengkaji sejumlah kebijakan termasuk tingkat suku bunga dan nilai tukar rupiah. Menurut prediksi Goldman Sachs Inc., otoritas moneter nasional ini dimungkinkan akan meningkatkan suku bunganya pada pertemuan tersebut, setelah sebelumnya menambahkan 75 basis poin menjadi 6,5%. Sementara itu, Nomura Holdings Inc memprediksi BI akan menaikkan angka fasilitas pinjaman BI (FASBI) yang saat ini berada di level 4,75%.

“Pasar memprediksi adanya kebijakan pengetatan moneter untuk menunjukkan BI tengah berupaya menguatkan kepercayaan dirinya, ” ujar Head of Treasury Research and Strategy di PT Bank CIMB Niaga, Jakarta, Mika Martumpal.

Rupiah di sejumlah bank lokal di tanah air tercatat naik 0,2% ke level 10.919 per dolar AS pada pukul 9:34 waktu Jakarta. Sementara nilai tukar rupiah di pasar spot mencapai 10.955 pada perdagangan Rabu (28/8/2013). Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, angka tersebut merupakan yang terlemah sejak April 2009 dan diperdagangkan di level premium 4,8% di pasar NDF yang naik 0,8% ke level 11.460.

Prediksi Inflasi

Gubernur BI Agus Marowardojo mengatakan, sementara itu, indeks harga konsumen kemungkinan bakal dari 8,6% menjadi 9,2% tahun ini setelah mencapai angka tertingginya pada Juli sebesar 8,6%. Sementara Perry mengungkapkan, pertemuah hari ini diagendakan untuk membahas inflasi, nilai tukar rupiah, dan defisit transaksi berjalan yang membengkak menjadi US$ 9,8 miliar pada kuartal kedua.
Sementara harga dari nter Dealer Market Association menunjukkan, yield obligasi pemerintah yang jatuh tempo pada Mei 2023 sedikit berubah di 8,86% dan menjadi level tertinggi sejak Februari 2011. (Sis/Shd)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/677993/jelang-rdg-khusus-bi-kurs-rupiah-akhiri-pelemahannya