Komisi VI Minta Batalkan Penjulan Telkom Vision

Jakarta-Akuntan online:

Meski Kementerian BUMN dengan Komisi VI dalam putusan rapat per 1 Juli 2013 secara tegas melarang penjualan anak usaha PT Telkom yakni Telkom Vision (PT Indon Nusa Tele Media) melalui pejualan strategis, namun ternyata proses penjualan tersebut terus berlanjut.

Karena itu, Rapat Kerja Komisi VI dengan Deputi Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN, Dwijanti Tjahningsih, Dirut PT Telkom Arief Yahya dan Komisaris Utama PT Telkom Jusman Syafii Jamal di Gedung DPR, Senin, (9/12/2013) menjadi ajang kekesalan Anggota Komis VI, karena keputusannya terdahulu seperti diabaikan Kementerian BUMN dan PT Telkom.

Ketua komisi VI, Airlangga Hartarto menyebut secara tegas menolak adanya aksi korporasi anak usaha dan aset BUMN yang sifatnya penjualan strategik. Kalau pun ada proses penjualan aset BUMN atau anak usaha BUMN haruslah melaluiIPO (initial pubik offering). “Kalau penjualan strategis, kami tidak akan memberi persetujuan,” ujarnya.

Untuk memperkuat keputusan rapat per 1 Juli 2013, Keputusan Rapat Komisi VI hari ini menegaskan, Komisi VI tetap dengan keputusan rapat tanggal 1 Juli 2013 yakni membatalkan penjualan saham PT Telkom Tbk pada PT Indo Nusa Tele Media. Komisi VI akan membentuk panitia kerja aset BUMN dan anak usahanya.

Menanggapi hal tsb, Dwijanti menyatakan, karena PT Telkom Tbk berbentuk terbuka maka soal penjualan anak usahanya akan mengikuti aturan OJK dan AD/ ART PT Telkom Tbk dan PT Indo Nusa Tele Media.

Poses penjualan PT Telkom Vision tsb telihat dari laporan keterbukaan PT Telkom Tbk yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia. Dalam laporan tsb disebutkan, PT Trans Corpora akhirnya merampungkan akuisisi PT Indonusa Telemedia, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

Trans Corpora, unit usaha CT Corpora, perusahaan investasi milik Chairul Tanjung (CT), mengambil alih 80% saham Indonusa senilai Rp 926,5 miliar. Indonusa merupakan operator TV berbayar Telkom Vision. Trans Corpora sendiri telah melunasi transaksi akuisisi Indonusa. Dengan demikian, kepemilikan saham Telkom pada Indonusa berkurang menjadi 20% dari sebelumnya 100%. Hal itu terungkap dalam laporan keuangan Telkom kuartal III-2013, yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). (Zis)***

 

Sumber : http://akuntanonline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.