Monthly Archives: May 2014

Hadapi MEA, perlu fokus ke sektor manufaktur

Oleh Risky Widia Puspitasari – Senin, 05 Mei 2014 | 19:20 WIB

 

JAKARTA. Berbagai sektor ekspor perlu ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Menurut Sofjan Wanandi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sektor industri harus mendapat perhatian utama.

Alasan sektor ini begitu penting, karena bisa menyerap banyak sumber daya manusia. “Selain itu, sektor pertanian juga penting,” kata Sofjan kepada KONTAN, Senin (5/5).

Dia mengingatkan, sektor pertanian seringkali mengalami defisit. Padahal, sektor ini penting agar Indonesia tak lagi harus impor. “Kesejahteraan petani juga harus dpikirkan,” ungkap Sofjan.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan, sektor otomotif akan menjadi primadona ekspor manufaktur. Sofjan menilai, industri perlu mempertimbangkan segmen mobil komersial Indonesia yang lebih unggul. “Kalau untuk passenger car, saya rasa Thailand lebih unggul,” ujar Sofjan.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mengatakan sektor utama untuk MEA adalah peningkatan ekspor otomotif. Target ekspor otomotif tahun ini sebesar US$ 4,5 miliar. Di kuartal I, ekspor otomotif tumbuh 11% year on year.

Editor: Sanny Cicilia
Sumber : http://industri.kontan.co.id/news/hadapi-mea-perlu-fokus-ke-sektor-manufaktur

PENGUMUMAN

Kepada

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Narotama

di tempat,-

 

 

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi Bab I pasal 1 “Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai unutk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi pasal 42 ayat 3 berisi “Lulusan Pendidikan Tinggi yang menggunakan karya ilmiah untuk memperoleh ijazah dan gelar, yang terbukti merupakan hasil jiplakan atau plagiat, ijazahnya dinyatakan tidak sah dan gelarnya dicabut oleh Perguruan Tinggi”.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi pasal 28 ayat 5 berisi “Gelar akademik, gelar vokasi, atau gelar profesi dinyatakan tidak sah dan dicabut oleh Perguruan Tinggi apabila karya ilmiah yang digunakan untuk memperoleh gelar akademik, gelar vokasi, atau gelar profesi terbukti merupakan hasil jiplakan atau plagiat”.

Dalam rangka menanggulangi plagiarisme dalam karya ilmiah, makalah, dan skripsi Mahasiswa S 1, maka dengan ini mahasiswa S1 Diwajibkan :

  1. Mahasiswa S1 yang mau maju sidang proposal diwajibkan melampirkan hasil print out bahwa proposal skripsinya terbebas dari Plagiarisme.
  2. Hasil print out berasal dari software Plagiator dengan nilai kurang dari 20%.

 

Demikian untuk dilaksanakan.